AnakPenyakit

10 Penyakit Menular Anak yang Harus Diwaspadai

12 Juni 2019

Banyak sekali penyakit menular yang sering dialami anak – anak. Mengingat anak memang banyak sekali melakukan aktivitas, sehingga rentan terkena penularan penyakit. Misalnya ketika sedang bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya maka resiko terkena penularan penyakit semakin besar.

penyakit menular anak

Jenis Penyakit Menular Anak

Sebagai orang tua, mengetahui jenis penyakit menular pada anak memang sangat perlu. Hal ini supaya lebih waspada dan berhati-hati. Berikut ini beberapa jenis penyakit menular yang biasanya menyerang anak-anak.

1. Flu

flu dan demam pada anak

Flu merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena virus influenza. Flu akan menyerang saluran pernapasan bagian atas. Ketika anak sedang flu, maka anak akan merasakan lemas, hidung tersumbat, sakit pada bagian tenggorokan , dan bisa juga mengalami mual dan muntah.

Supaya cepat sembuh, maka sebaiknya Anda memberikan waktu istirahat yang cukup untuk anak Anda. selain itu, flu juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin flu dan rajin mencuci tangan.

2. Demam

Penyakit demma termasuk dalam penyakit menular pada anak yang akan tertular melalui bersin, batuk atau sentuhan dengan benda yang juga terkena virus. Ketika sedang demam, maka si kecil akan merasakan lemas, batuk, hidung mampet, sakit tenggorokan dan juga pilek.

Ketika anak Anda sedang demam, sebaiknya Anda memberikan asupan cairan yang cukup untuk buah hati. Sebagian besar, demam akan menghilang setelah seminggu. Untuk itu, jangan lupa selalu memberikan perawatan terbaik ketika anak sedang demam.

3. Fifth Disease

erythema infectiosum / fifth disease pada anak

Jenis penyakit menular satu ini merupakan jenis penyakit yeng terjadi karena virus parvovirus. Virus parvovirus bisa menyebar melalui batuk serta bersin. Ketika anak terserang jenis virus satu ini, maka akan nampak ruam berwarna merah di bagian kulit.

Mengenai cara pengobatannya, tidak perlu diberikan pengobatan khusus karena akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika ternyata juga dibarengi dengan gejala demam tinggi, sebaiknya segera bawa ke dokter.

4. Radang Tenggorokan

radang tenggorokan pada anak

Bakteri streptococcus merupakan jenis bakteri yang bisa menyebabkan terjadinya radang tenggorokan. Jenis bakteri ini bisa menular melalui batuk serta bersin. Selain itu, jenis bakteri ini juga dapat menular dari makanan yang sering digunakan bersamaan.

Ketika sedang mengalami radang tenggorokan, biasanya anak akan mengeluhkan susah makan karena tenggorokan merasa sakit ketika menelan makanan. Untuk itu, sebaiknya Anda memberikan makanan dengan tekstur lembut guna memenuhi kebutuhan nutrisi anak Anda.

Anda juga bisa membawa anak ke dokter supaya mendapatkan antibiotik. Antibiotik akan menjadikan tenggorokan berfungsi dengan lebih baik sehingga anak Anda bisa mengunyah makanan dnegan baik.

5. Cacing Kremi

cacing kremi pada anak

Cacing kremi termasuk dalam jenis penyakit yang juga banyak ditularkan oleh anak. Telur cacing kremi kerep ditemukan di kotoran hewan. Ketika anak Anda bermain di dalam lingkungan kotor dan disana ada hewan, maka bisa jadi ia mendapatkan cacing kremi.

Telur dari cacing kremi ini dapat masuk ke dalam mulut ketika tangan kotor. Nah telur tersebut akan menetas di dalam perut hingga akhirnya menyebar ke saluran pencernaan anak Anda. Biasanya, anak akan mengalami gatal pada bagian anus.

Mengenai cara pengobatannya, bisa juga diobati dengan menggunakan obat cacing secara teratur. Selain itu, pastikan juga jika anak Anda selalu membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan.

6. Kutu

kutu pada anak

Mekipun tidak menimbulkan penyakit, akan tetapi kitu bisa menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman. Jika anak Anda merasa gatal dan kemudian menggaruk kepala dengan keras, dikhawatirkan akan membuat luka di kepala. Luka tersebut bisa juga menimbulkan terjadninya infeksi.

Mengenai cara pengobatannya, kutu bisa disembuhkan dengan menggunakan jenis shampo khusus atau jenis shampo yang bisa membunuh kutu serta telurnya. Selain itu, juga bisa diobati secara manual dengan menggunakan sisir khusus yang memiliki gigi rapat.

7. Cacar Air

cacar air pada anak

Jenis penyakit menular lain adalah cacar air. Penyakit satu ini dikenal mudah sekali menular dari satu anak ke anak lainnya. Awal mulanya, hanya nampak seperti gigitan nyamuk. Akan tetapi, lama kelamaan akan membesar dengan cairan di dalamnya. Selain itu rasanya juga sangat gatal.

Mengenai jenis penangannya, tidak ada jenis penanganan khusus untuk penyakit satu ini. penyakit ini akan mengering serta mengelupas jika sudah 7 sampai 10 hari. sebagai orang tua, sebaiknya Anda memastikan jika anak Anda tidak menggaruknya karena bisa menimbulkan bekas luka.

8. Roseola Infantum

roseola infantum pada anak

Jenis penyakit satu ini merupakan salah satu jenis virus menular pada bayi atau anak yang masih sangat muda. Virus satu ini bisa membuat ruam serta demam yang tinggi. Penyakit jenis ini kerap menyerang anak yang masih berusia 6 bulan hingga 3 tahun.

Terkait dengan gejalanya, tiba-tiba muncul demam yang mencapai 39.4-40.6 derajat celcius. Demamnya akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari. Meskipun anak terkena demam tinggi, akan tetapi masih tetap sadar serta aktiv. Akan tetapi ketika suhu tubuh sudah mulai tinggi, anak bisa mengalami kejang demam.

Bahkan bisa menyebabkan pembengkakan pada bagian gelenjar getah bening pda bagian belakang kepala, leher bagian samping serta di belakang telinga. Selain itu, limpa juga bisa agak membesar.

Mengenai perawatannya, sebaiknya banyakin istirahat dan berikan parasetamol khusus untuk bayi.

9. Batuk Rejan

batuk rejan pada anak

Penyakit batuk satu ini kerap disebut sebagi penyakit batuk 100 hari dan tergolong dalam jenis penyakit infeksi saluran pernapasan sangat menular. Jenis batuk satu ini kerap menyerang anak-anak yang masih berumur di bawah 2 tahun. Akan tetapi, batuk ini juga bisa menyerang orang dewasa,

Mengenai penyebabnya, batuk rejan disebabkan oleh bakteri bordetella pertussis. Adapun penularannya bisa menular melalui batuk atau bersin penderita yang sudah terinfeksi sebelumnya.

Terkait dengan gejalanya, awal mula sangat mirip dengan flu, kemudian setelah 2 minggu akan mulai batuk. Selain itu, bisa juga penderita kerap mengalami tersendak atau muntah dan napasnya berbunyi saat menarik napas atau setelah mengalami batuk.

Terkait dengan perawatannya, bisa dengan memberikan anak jenis makanan yang mudah ditelan serta memberikan banyak minum. Bantu anak mengeluarkan dahak dengan cara membaringkan di atas pangkuan kemudian tepuk bagian punggungnya.

10. Campak

campak pada anak

Penyakit campak merupakan jenis penyakit menular pada balita dan bisa juga hadir sepanjang tahun. Meskipun hanya sekali menularnya, akan tetapi sebaiknya tetap berikan antisipasi supaya anak tidak tertular lagi. Jenis penyakit ini sangat mudah sekali menular. Virusnya bisa hidup melalui udara.

Campak akan diawali dengan flu berat, batuk keras serta mata berair. Bercak putih pada bagian mulut adalah tanda awal terjadinya campak. Anak Anda akan merasa tidak nyaman serta demam tinggo dan susah melihat cahaya yang terang.

Campak biasanya akan berlangsung kurang lebih seminggu. Anda bisa membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus. Penyakit menular anak memang banyak sekali macamnya. Sebagai orang tua, sebaiknya selalu amati aktivitas buah hati supaya tidak mudah tertular penyakit.

Baca juga