KeluargaPenyakitTips Sehat

Hal yang Harus Dilakukan untuk Pencegahan TBC

25 Juni 2019

Tuberkulosis atau TBC merupakan sebuah penyakit batuk kronis yang disebabkan oleh serangan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi. Kasus TBC juga menempati posisi kedua untuk Indonesia terbanyak setelah India. Tuberkulosis atau TBC adalah salah satu penyakit yang menular. Tapi, anda tidak perlu khawatir karena bisa dilakukan pencegahan TBC yang bisa dimulai dari hal – hal di sekitar anda.

pencegahan tbc

Terdapat beberapa faktor tertentu yang bisa menyebabkan anda mengalami TBC, salah satunya daya tahan tubuh yang lemah dan juga kebersihan anda sendiri dan lingkungan. Sebaliknya, jika daya tahan tubuh anda kuat, maka tidak mungkin terserang. Biasanya TBC menyerang kalangan anak – anak hingga lansia. Orang yang terkena diabetes dan kanker juga berisiko terkena penyakit tuberkulosis.

Cara Pencegahan TBC Supaya Tidak Menular

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

daya tahan tubuh lemah

Tidak hanya untuk  TBC saja, tetapi jika daya tahan tubuh anda kuat penyakit apapun akan sulit masuk ke tubuh anda. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh pun tidak sulit, anda bisa mulai mengkonsumsi banyak vitamin C, baik itu dari minuman atau pun buah seperti jeruk. Selain jeruk, anda juga bisa mengkonsumsi jambu biji dan kembang kol yang mudah ditemukan di pasar tradisional.

2. Melakukan vaksin

melakukan vaksin

Saat ini, sudah ada vaksin yang berfungsi sebagai mencegah TBC, yaitu BCG (Bacille Calmette-Guerin). Biasanya vaksin ini sudah dilakukan oleh anak – anak. Walaupun vaksin, tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsinya secara rutin. Vaksin ini bisa anda konsumsi untuk beberapa kali waktu saja. Di beberapa negara maju sudah ditekankan penggunaan vaksin BCG.

3. Hindari merokok dan obat – obatan terlarang

stop merokok

Akan sulit untuk menghindari kebiasaan merokok bagi yang perokok aktif. Akan lebih baik jika anda berhenti merokok dan juga mengkonsumsi obat – obatan yang tidak dianjurkan. Dengan menghentikan hal ini, tidak menutup kemungkinan jika anda akan terhindar dari penyakit TBC. Setelah meninggalkan itu, anda bisa beralih ke pola hidup yang lebih sehat dan membuat umur panjang.

4. Tutup mulut anda saat batuk dan bersin

tutup mulut saat batuk dan bersin

Penyakit TBC bisa menular melalui air liur yang keluar dari mulut pengidapnya. Tapi juga jangan pernah menutup mulut anda ketika batuk, karena itu hanya memindahkan kuman yang ada di tangan masuk ke mulut. Tidak menutup kemungkinan juga kuman itu bisa berpindah ke orang lain, atau kuman orang lain telah berpindah ke tangan anda ketika berjabat tangan atau ketika memegang anda langsung.

Disarankan untuk menggunakan tisu, dan jangan lupa untuk membuangnya setelah menggunakannya. Dan jangan juga membuangnya sembarangan karena akan merugikan orang lain. Selain tisu, anda bisa menggunakan sapu tangan pribadi yang digunakan untuk menutup mulut. Anda bisa memalingkan wajah ke arah siku atau lengan jika tidak membawa sapu tangan atau tisu.

5. Tidak membuang dahak sembarangan

dahak

Membuang dahak atau ludah pun tidak boleh sembarangan, sama seperti batuk dan bersin. Karena bakteri dan kuman pada ludah bisa beterbangan menggunakan media udara yang kemudian terhirup oleh banyak orang. Anda bisa melakukan hal ini dikamar mandi, kemudian siram hingga bersih. setidaknya jika tidak menemukan kamar mandi, anda bisa membuang ludah atau dahak ke selokan.

6. Hindari kontak langsung dengan anak – anak

anak sakit

Usahakan dan se bisa mungkin jauhkan jangkauan anda ketika ingin batuk atau bersin ke arah anak – anak atau balita. Karena selain daya tahan tubuhnya yang rendah, balita juga masih kekurangan nutrisi dibanding orang dewasa. Selain  itu juga balita dan anak – anak masih memiliki aktivitas yang masih sedikit yang menyebabkan sel – sel darah putihnya tidak mengalir ke seluruh tubuh. 

Sehingga tidak bisa melawan bakteri dan virus yang terdapat di dalam tubuhnya. Balita dan anak – anak juga masih kurang dalam hal mengkonsumsi gula sehingga tidak bisa di konversikan menjadi energi. Ketika balita sakit, perhatikan juga penggunakan obat – obtan atau antibiotik yang digunakan supaya tidak melemahkan bakteri yang memiliki fungsi untuk menguatkan sistem imunnya.

7. Menerima banyak manfaat sinar matahari pagi

sinar matahari pagi

Biasanya sebelum terhirup dan masuk ke dalam tubuh orang lain, bisanya kuman TBC masih berada di udara. Salah satu mengatasinya adalah anda harus terkena sinar matahari pagi yang mana memiliki kandungan yang bagus untuk tubuh. Anda juga bisa memanfaatkan ventilasi dan jendela pada rumah dan kamar anda supaya tidak lembab dan dingin, karena itu menjadi tempat kesukaan kuman.

Dengan anda membuka jendela, itu akan membuat kuman yang ada di dalamnya menjadi keluar rumah dan mati karena terkena sinar ultra violet dari sinar matahari. 

8. Jangan kontak langsung dengan orang yang mengidap TBC

Ini merupakan hal yang penting, karena jarak anda dan pengidap TBC sangatlah dekat. Untuk mengantisipasinya, anda bisa menggunakan masker ketika berbicara langsung dengannya. Atau bisa juga. Hal yang terpenting juga jangan pernah mendiskriminasi orang yang terkena TBC. Anda bisa memberi dukungan dan semangat supaya tetap bisa menjalani aktivitas dan pola hidup yang sehat.

9. Menggunakan masker

menggunakan masker

Ini bisa menjadi hal yang sangat berpengaruh, khususnya bagi anda yang beraktivitas di luar ruangan. Tidak hanya sedang di luar ruangan, anda juga bisa menggunakan masker di angkutan umum seperti bus dan kereta. Selain menghindari dari penyebaran virus, penggunaan masker juga bisa menjaga paru – paru anda dari polusi yang diciptakan oleh kendaraan bermotor dan asap pabrik.

Selain itu, menggunakan masker juga bisa membuat anda terlindung dari sinar matahari. Seperti yang sudah diketahui bahwa terkena sinar matahari terlalu lama bisa membuat anda mengalami beberapa hal, mulai dari dehidrasi hingga wajah yang merah. tidak perlu khawatir akan kenyamanannya. Karena saat ini masker mulutsudah memiliki beragam jenis dan bentuk yang bisa anda pilih sesuai selera.

10. Kenali gejalanya

gejala tbc

Dan hal yang terpenting terakhir adalah anda harus mengenal gejala dari TBC itu sendiri. Penyakit tuberkulosis biasanya diawali dengan batuk betahak yang bisa mencapai 2 minggu lamanya. Tidak hanya di waktu senggang, tetapi juga dalam menjalani aktivitas. Selanjutnya adalah sesak napas, karena penyakit ini lebih menyerang paru – paru. Dilanjutkan dengan batuk berdarah.

Hal ini disebabkan karena ada pembuluh darah yang pecah di sekitar paru – paru anda. Sering timbul demam yang datang dan pergi menjadi salah satu gejala TBC yang tidak jelas apa penyebabnya. Sudah pasti hal ini membuat nafsu makan berkurang dan berat badan turun. 

Beberapa hal diatas bisa anda lakukan untuk terhindar dari TBC. Mulailah dari hal – hal yang kecil, khususnya kebersihan diri sendiri. Setelah itu anda bisa beralih untuk menjaga kebersihan di lingkungan di sekitar anda, contohnya kamar pribadi dan rumah. Selain itu juga harus menjaga asupan yang bergizi dan bernutrisi tinggi. Tidak ketinggalan juga olahraga yang teratur.

Baca juga