KeluargaTips Sehat

Mengenal Jenis-Jenis Vaksin serta Kegunaanya

13 Juni 2019

Dalam hidup ini Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan namanya vaksin. Banyak sekali jenis-jenis vaksin yang ada dan beberapa diantaranya kita gunakan. Bahkan sejak masih bayi, tubuh kita sudah berinteraksi langsung dengan vaksin. Bahkan ketika masih bayipun, kita diberikan beberapa tahap vaksinasi.

jenis-jenis vaksin dan kegunaanya

Namun ternyata vaksin bukan hanya diberikan kepada bayi saja. Saat ini sudah ada berabagi jenis vaksin yang memang diberikan untuk penjegahan jenis penyakit tertentu. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 20 jeis vaksin. Apa saja macamnya? Langsung saja kita simak uraian berikut ini.

Jenis-Jenis Vaksin Serta Kegunaannya untuk Tubuh

1. Vaksin Polio

anak yang sedang vaksin

Jenis vaksin polio ini adalah jenis vaksin yang akan diberikan kepada bayi hingga memasuki usia 5 tahun supaya tidak terkena penyakit polio. Penyakit polio adalah salah satu jenis penyakit yang bisa menyerang bagian sistem syaraf pada manusia.

Jika orang terkena penyakit polio, maka kemungkinan besarnya bisa mengalami kelumpuhan pada sebagian besar tubuhnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memberikan vaksin polio. Hal-hal tersebut diantarnya adalah sebagai berikut:

  • Terkena inveksi virus HIV
  • Terdapat alergi pada polimiksin B, neomisin serta streptomisin
  • Bayi sedang mengalami muntah atau diare, dan pemberian vaksin ditunda sampai bayi sembuh.

2. Vaksin Hepatitis A

penderita hepatitis a

Penyakit hepatitis A adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A atau HAV. Penderita penyakit ini akan mengalami lemah. Untuk mencegah seseorang terkena hepatitis A, maka perlu diberikan vaksin. Jenis vaksin ini akan diberikan pada anak ketika memasuki usia 2 tahun sesuai dengan pedoman.

Seseorang yang terkena hepatitis akan mengalami demam, mual, flu, mudah lelah hingga mengalami sakit kepala dalam waktu bersamaan. Gejala semacam ini akan nampak di dalam hari pertama sampai seminggu.

3. Vaksin Hepatitis B

stop hepatitis

Jenis penyakit ini adalah jenis penyakit yang mirip dengan hepatitis A. Namun hepatitis B ternyata lebih parah dibandingkan dengan hepatitis A. Penyakit hepatitis B bisa membuat hati menjadi keras yang akhirnya menjadikan hati tidak bisa berfungsi dengan baik.

Mengenai gejalanya juga sama dengan hepatitis A. Mengenai cara mencegahnya, bisa dengan memberikan suntikan vaksin hepatitis B pada anak atau orang dewasa yang sebelumnya belum pernah diberika vaksin.

4. Vaksin Campak

anak yang terkena campak

Meskipun sejak lahir bayi sudah mendapatkan sistem kekebalan pasif terhadap penyakit campak dari ibunya. Akan tetapi, lama kelamaan sistem kekebalan tersebut akan berkurang. Ketika menginjak usia 6 bulan, bayi sudah tidak memiliki sistem kekebalan pasif. Hal ini menjadikan bayi lebih rentan terkena penyakit campak.

Dengan demikian, sebagai upaya pencegahan, maka bisa memberikan vaksin ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan. Menginjak usia 15 bulan juga perlu diberikan lagi dan terakhir diberikan ketika memasuki usia 6 tahun. Dengan memberikan vaksin secara berkala, diharapkan bisa mencegah kemungkinan yang akan terjadi.

5. Vaksin MMR

Untuk melawan penyakit campak, campak Jerman hingga gondongan maka perlu diberikan vaksin MMR. Jenis vaksin ini akan diberikan saat anak menginjak usia 1 tahun sebelum anak menginjak usia sekolah. Untuk memberikan pencegahan pada penyakit gondok, maka bisa memberikannya lagi dalam jangka waktu 1-2 bulan setelah pemberian yang pertama.

Di sisi lain, guna memberikan pencegan pada penyakit Campak Jerman, sebaiknya diberikan dalam jangka waktu 1 hingga 2 bulan saat masih berusaia anak-anak. Namun, pemberian jenis vaksin ini masih bisa dilanjutkan sampai anak dewasa.

Selain itu, untuk perempuan subur sangat disarankan diberikan vaksin setidaknya 3 bulan sebelum memasuki masa kehamilan, hal ini dilakukan supaya tidak ada kenatian serta kecacatan pada bayi.

6. Vaksin PCV

Jenis vaksin ini diberikan pada anak supaya tidak terkena penyakit pneumococcus. Jenis penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami meningitis, pneumonia dan otitis. Jenis penyakit ini bisa menyerang anak ketika memasuki usia 2 tahun. Namun sebaiknya vaksinnya diberikan secara bertahap.

Mengenai tahapan pemberian vaksin PVS yaitu sebelum menginjak usia 6 bulan dan diberikan 3 sampai 4 kali. Jika sudah memasuki usia 6 bulan maka bisa diberikan 2 hingga 3 kali. Kemudian ketika menginjak usia 2 tahun maka bisa diberikan 2 kali dalam satu tahun.

7. Vaksin Varicella

cacar air pada anak

Jenis penyakit ini adalah jenis penyakit cacar air. Penyakit ini akan menyerang seseorang 1 kali dalam seumur hidupnya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang bisa terkena lagi. Dengan demikian, maka sangat perlu untuk memberikan vaksin saat anak sudah menginjak usia 1 tahun.

Pemberikan vaksin ini akan memberikan beberapa efek pada anak. Efek tersebut seperti  demam, kejang, ruam ringan, nyeri dan cemas. Namun jika gejalanya berlangsung berhari-hari, kami sarankan untuk membawa anak ke dokter.

8. Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Jenis penyakit Difteri merupakan jenis penyakit yang akan menyerang bagian lendir hidung serta tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Jika seseorang terekena jenis penyakit ini maka akan susah untuk menelan makanan.

Kemudian pertusis adalah jenis penyakit batuk yang sangat parah sehingga penderitanya batuk yang cukup parah dimana bisa menimbulkan kejang bahkan kematian. Dan tetanus sendiri merupakan jenis penyakit yang bisa membuat otot menjadi lumpuh.

Dengan demikian, maka diberikanlah jenis vaksin DPT untuk mencegah penyakit di atas. Jenis vaksin ini sebaiknya diberikan ketika anak sedang memasuki usia 2 hingga 6 tahun dan diberikan secara bertahap.

Akan tetapi, untuk pencegahan yang lebih baik, bisa juga memberikan vaksinasi ulang dalam waktu 10 tahun. Namun pemberian vaksin jenis ini akan menimbulkan beberapa efek seperti demam, bengkak dan kulit ruam.

9. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

penderita hpv

Jenis virus satu ini kebanyakan akan menyerang bagian alat kelamin pria atau wanita. Bukan hanya itu saja, jenis virusnya juga bisa menyerang bagisn dubur serta mulut. Jenis penyakit ini juga tergolong dalam penyakit serius, dimana jika tidak segera diberikan penanganan maka akan mengganggu kesehatan bahkan dapat menimbulkan terjadinya kematian.

Dengan demikian, maka sangat pelu seseorang diberikan vaksinasi HPV ketika sedang memasuki masa remaja, terutama untuk mereka yang menginjak usia 9 hingga 14 tahun. Meskipun sudah diberikan vaksin, namun seseorang tetap harus waspada. Setidaknya jangan melakukan hubungan sex dengan sembarangan orang dan selalu jaga kebersihan tubuh.

10. Vaksin BCG (Bacillus Calmette Geurin)

penderita tbc

Jenis vaksin ini merupakan jenis vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit TBC. Jika mengikuti aturan, sebaiknya mulai diberikanm ketika bayi sudah memasuki usia 3 hingga 3 bulan.

Namun jika seseorang sudah positif terkena TBC, maka dokter akan memberikan jenis obat khusus TBC yang harus dikonsumsi dalam waktu setidaknya 6 bulan. Namun jika dalam jangka waktu 6 bulan belum ada perubahan, maka harus diberikan jenis pengobatan lanjut. Ternya banyak sekali jenis-jenis vaksin yang harus diberikan pada tubuh mulai dari usia bayi, remaja bahkan dewasa. Semoga uraian ini bisa memberikan manfaat.

Baca juga